Aku masuk ke dalam kamarku . Aku akan tidur dengan Akbar , Kafa sendirian , mama dengan papa . Aku capek dengan perjalanan tadi malam dan aku pun masuk ke kamar . Kata mama di Villa ini terdapat sebuah lorong tersembunyi . Villa ini villa warisan dari kakekku . Aku tertidur dengan di sampingku Akbar . Kemudian aku mulai merasa ada yang aneh . Akbar menangis dan berkata “ Mata merah , kak . Mata merah di sebelah situ . “ Akbar berkata sambil menunjukan ke arah pohon beringin tua . Di kabarkan oleh Adi , anak pakde Agus kalau villa Cahaya itu ada beringin , di bawah beringin itu terdapat sebuah makam leluhur / pemilik villa ini pertama dan di turunkan temurun sampai di keturunan ke-7 ini , pakde Agus .
Aku mengadu ke papa dan mama pada pagi harinya . “ Mama tadi malam ketika mau minum terdapat lorong untuk ke beringin itu , mama menyusurinya dan melihat ada sebuah makam bertuliskan “ John Agoena De’ Austa . “ Mama sontak takut dan akhirnya mama terjepit oleh sesuatu , mama melihat sosok bertubuh tinggi yang menakutkan . “ kata mama .
Mendengar cerita mama , aku merinding . “ Yang benar ma , jangan bo’ong deh . “ sahutku . “ Mama beneran kak , aku mengikuti mama tadi malam dan yang menyeret kaki mama itu aku karena tanganku di seret oleh anak kecil yang tertawa kepadaku . Pertama , semenjak aku ke sini , pertama kalinya di sini , aku melihat seorang anak kecil menatap tajam kepadaku dan dia menyuruhku untuk pergi dengan bahasa inggris . Aku juga tadi malam serasa ada yang tidur di sampingku dan aku menengok ke sebelahku dan aku menemui anak kecil tadi mengajakku ke lorong tersembunyi . “ sahut Kafa .
“ Aku juga merasa aneh sebenarnya . “ kataku . “ Yuk , kita pindah . “ kata mama . “ Jangan , mungkin kita belum beradapatasi . “ sahut papa . “ Jangan seperti itu , ma . Dia (makhluk halus) itu juga ingin tempat . Seperti kita , manusia . “ sahutku . “ Ya udah , tapi jika hari ketiga masih seperti itu , kita nginep di yang lain . “ sahut mama . Malamnya , aku melihat beyangan hitam , aku mengikutinya dan tiba di lorong tersembunyi . Aku menyusuri lorong itu , ujungnya adalah sebuah rumah dengan beringin putih . Ada anak kecil yang sedang menaburkan bunga di makam di bawah beringin putih yang indah .
Anak itu sepertinya manusia , bukan hantu . “ Hai, siapa kamu ? “ tanyaku memberanikan diri . “ Maaf , telah mengganggu adikmu dan mamamu . Aku Albert , anak dari John . Aku bukan hantu , aku di kutuk oleh ayahku sendiri untuk bernafas panjang tanpa henti sampai hari kiamat . Kamu pasti takut . “ sahut Albert . “ Apa ? Itu tidak masuk akal . Jadi kamu masih hidup , kamu manusia ? Sekarang usiamu berapa ? Dan kok bisa ada keturunan ? “ tanyaku .
“ Memang , tetapi ini kenyataan , bukan mimpi . Aku masih hidup dan tentunya manusialah . Kini usiaku 13 thn . Kakekmu keturunan saudara sepupuku , bukan turunan ayahku . Karena aku satu-satunya anak dari ayahku . “ sahutnya . Kemudian plap .... dia menghilang dan ...
Ternyata aku bermimpi . Aku takut , aku berkata tentang mimpiku kepada mama . Mama menjawab “ Mama juga tetapi mama telah membaca buku itu . Villa ini terkutuk . Villa ini di kutuk oleh John . Villa ini di kutuk tak pernah ambruk , pemilik villa ini , keturunan 1 , Albert San De’ Austa memiliki 2 rumah di antara villa ini . Jika , ada yang menemukan rumah itu , pasti bisa terlepas dari kutukan . “ kata mama . “ Ma , aku kan udah nemuin lorong , 1 rumah rahasia , makam John , tinggal rumah 2 dan makam Albert . “ sahutku .
“ Ya , mama juga membaca , Albert memiliki 1 saudara setelah dirinya meninggal , dia meninggal sekitar umur 13 thn , dia dendam kepada adiknya karena mengambil alih kasih sayang kedua orang tuanya dan mengambil villanya , dia merasa dirinya masih hidup . Dia meninggal karena dia di culik dan akhirnya terbunuh . Adik Albert , Jessica adalah nenek moyang kita , John sendiri adalah penjajah kita , salah satu dari bangsawan Inggris , kerabat dekat Elizabeth . Jessica menikah dengan orang jawa , sampai saat ini pakdemu adalah keturunan ke-8 . Sebelum pakdemu , kakek-kakekmu gara-gara tidak memecahkan misteri ini , dia terbunuh . Kita harus memecahkannya mewakili pakdemu . Sebelum ia terbunuh . “ kata mama menjelaskan secara rinci tentang isi buku itu.
Aku mulai mencari asal- usul itu , tinggal 1 rumah dan makam Albert . Aku mengingat adik melihat mata merah , “ Ah .... mata merah , mungkin itu lampu dari rumah tersembunyi . “ kataku . Jiwaku mulai tergoyah dengan jiwa kedetektifan . “ Mama , aku ingat . Akbar menunjuk ke arah beringin tua , yang katanya mata merah , mungkin itu lampu dari rumah rahasia . “ kataku . “ Uhh .... pikiranmu excellent plus perfect , kak . “ kata Kafa . “ Aku gituloh . “ sahutku sambil membusungkan dada . Aku menyusuri beringin yang di tunjuk adek Akbar . Aku mengaku , misi ini menyeramkan , tetapi ini demi menyelamatkan generasi seterusnya .
Aku melihat ke kanan kiri . “ Ah ,.... itu . “ kataku . Aku telah menemukan , aku masuk ke dalam rumah itu . Ketika ku masuk , aku melihat banyak ceceran darah , aku terkejut , aku melihat mayat orang perempuan . Aku meninggalkan rumah itu dan kembali ke Villa . Aku bercerita kepada mama . Mama mengaku telah melihat kepala yang melayang-layang . Aku sedih bukan kepalang , semua jadi seperti ini , adikku Akbar juga kesurupan . Aku sendiri melihat Kafa menderita penyakit yang langka .
Papaku sedang mencari pakde Agus karena , yang bisa menemukan kuburan itu adalah keturunan yang di percaya . 2 Jam kemudian , pakde Agus datang bersama Adi , saudara sepupuku .
Pakde Agus membawa paranormal . Paranormal itu pergi ke Lorong Tersembunyi , dia mencari ke ruang Perpustakaan , dia menemukan mayat wanita yang ku temui tadi pagi . “ Istriku ... “ jerit paranormal itu . “ Hah ? “ kata semua orang . “ Ya , aku sebenarnya kakekmu , Jilan . Aku ayahmu , Agus . Aku membuat karangan buku yang di baca olehmu Billa itu bohongan . Aku yang mengarang tentang hantu itu , karena itu benar-benar terjadi , kan kau sudah bermimpi . Itu sudah hilang . Mayat yang berada di rumah tersembunyi itu , mayat Jessica . Saudara Albert . Kutukan itu sudah hilang ketika kau menemui istriku dan Jessica . “ kata kakek . “ Tetapi hantu itu masih menghantui . “ sahut pakde Agus .
Sampai saat ini ... detik ini ... dan hari ini ..... Villa Cahaya masih di hantui arwah penasaran , Albert .
Tidak ada komentar:
Posting Komentar