"Andaiku Gapai Bintang Dilangit"
Malam itu aku berkemah di halaman sekolah . Aku Resty Diana Mad’limah adalah seorang murid sd kelas 6 . Aku memiliki adik yaitu Shefiana Affil Mazmiahma masih berumur 4 thn . Aku biasa di panggil Resty / Yana . Kalau adikku biasa di panggil Shefi . Aku memiliki 2 org saudara 1 adik , 1 kakak . Kakakku berumur 14 thn bernama Hardi Iqbal Maulana Prasetya / kak Ardi . Kakakku duduk di kelas 9 . Mama papaku slalu bertengkar . Aku sampai kabur dari rumah .
Nenekku sudah tua tak mungkin mengurusi mama . Papa pernah membawa wanita lain yg lebih muda daripada mama di rumah ketika mama sedang sakit dan mau melahirkan Shefi . Papa pernah berciuman dengan wanita lain selain mama dan wanita yg waktu itu di bawa . Pokoknya papa selalu membawa wanita / gonta-ganti wanita setiap harinya . Sampai kakak asmanya kumat . Aku hanya menangis .
Dulu , papa sangat menyayangi mama . Mereka setiap hari gembira , tetapi sedikit-sedikit papa mulai bosan . Apalagi ketika ada seorang teman mama yg laki di bawa ke rumah sama mama . Mama menjelaskan itu hanyalah teman , tapi papa kabur dari rumah dan esoknya papa kembali sambil mau menceraikan mama . Tapi waktu itu mama sedang hamil . Tetapi mama kaget dan akhirnya keguguran , tetapi papa masih memiliki belas kasihan terhadap mama . Papa menolong mama dan di bawa ke rumah sakit . Akhirnya papa tidak jadi menceraikan mama .
Tapi kebosanan papa mulai kambuh lagi . Papa membawa wanita lain yang kukenal bernama Marissa , bajunya hanya kemben dan pakaian minim . Pantas saja papa mau . Apalagi malam itu kakak di rumah sakit manjaga mama yg hendak melahirkan . Waktu itu aku masih berumur 7 tahun . Marissa usianya masih belia ku anggap dia kakakku karna umurnya masih 16 thn . Dia cerita dia terpaksa melakukan pekerjaan itu karena perekonomian keluarganya . Dia bekerja sebagai kupu-kupu malam . Dia tak tahu kalau papaku masih mempunyai istri karna papa nggak cerita . Papa hanya cerita kalok udah menceraikan istri nya . Aku pun memakluminya .
“ Eh , bengong aja kesambet entar . “ kata seseorang yg merupakan temanku yg bernama Ezkia mengagetiku . “ Eh nggak kok . Andai ya aku bisa menggapai bintang di langit untuk mencerahkan hati keluargaku agar tak bertengkar lagi . “ kataku sambil menunjuk salah satu bintang di langit .
“ Oops .... sory . Ayah ibumu masih terus bertengkar ya ? “ tanya Ezkia sambil duduk di sampingku . “ Yup ... Slalu . Hampir setiap hari papa membawa wanita lain . “ sahutku . “ OOOhhh .... eh iya yuk kita ikut Jerit Malam . “ kata Ezkia . “ Yuk , ez . “ sahutku .
“ ANDAI KU GAPAI BINTANG DI LANGIT . “
Thanks gan udh baca tuh cerpen, kalau ada kritik bilang aja yang buat ini, kunjungi Facebooknya/Coment
Name Facebook : Alida Rahmahania
Tidak ada komentar:
Posting Komentar