Suatu hari aku dan keluargaku sedang melakukan perjalanan ke kota Bogor untuk pulang kampung, saat itu aku duduk disebuah ruang pesawat yang luas dan besar, ku duduk termenung sambil menahan rasa mualku, memang aku suka muntah jika dalam pesawat/bis, sedikit demi sedikit aku mulai mengantuk, dan akhirnya aku tertidur pulas dalam pesawat. Tak terasa sudah sampai bogor akupun dibangunkan oleh ibuku “sayang, sudah sampai dibogor yuk bangun” akupun berusaha membuka mataku “uhh” akupun menguap, aku berjalan sambil melihat kanan kiri “tak biasanya aku merasa tidak enak” aku menahan rasa janggal dihatiku sambil menengok kebelakang, ada seorang laki-laki yang mencurigakan pertama kali kuhiraukan laki-laki itu, lalu kedua dia semakin aneh dia lebih mendekati aku dan ibuku, Saat aku berhenti sambil mengecek barang-barang yang ada didalam tasku dan tas ibuku, srottt....... “heii toolloonnggg ada copett” ibuku berteriak meminta tolong kepetugas bandara, aku hanya terdiam sebentar dan tiba-tiba aku menangis tak karuan, saat aku menangis ada petugas bandara yang mendatangi ibu dan aku
“bu ini tas anda?” kata petugas bandara itu
“i..iyaa mas” sembari ibuku mengambil tas itu
“saya kembali bertugas dulu ya” kata petugas itu sambil mengangkat kakinya untuk pergi dari kami
“terimah kasih ya mas” kata ibu lantang
Aku bersyukur karena masih ada orang yang baik hati,
“ya Allah terimah kasih atas pertolonganmu” ibuku bersujud sambil menangis
“ibu” aku memanggil ibuku
“apa sayang?” ibuku menjawab sambil mengusap air matanya
“ibu menangis?” aku bertanya sambil memeluk ibuku
“tidak sayang, ibu hanya terharu melihat kebaikan anak muda tadi” kata ibu sambil kembali memeluk aku
Akupun heran mengapa laki-laki itu jahat pada ibuku? Apa salah ibuku?
Akhirnya kami sudah sampai dirumah kakek dan nenek kami.
“kakek, nenek” aku berlari terengah-engah
“Suci” nenek dan kakekku heran melihatku
“kakek nenek aku kangen” sambil kupeluk nenek dan kakekku
“kamu sudah besar sekarang, sudah kelas berapa Suci?” kata nenek bertanya padaku
“aku sudah kelas 1 SD nenek” kataku pelan
“hebat, terus belajar yang rajin ya” kata kakek sambil mengelus elus kepalaku
“kakek, nenek aku mau bermain sama adik Roni dulu ya kek, nek” sambil beranjak meninggalkan nenek dan kakekku
“ya sudah, dia sedang dikamar sendirian” kata kakek
“oke kek” sambil ku mulai memasuki kamar Dik Roni
Kriyekkk... suara pintu membuat adik Roni kaget
“kakak” Roni berlari mengahampiriku
Adik Roni adalah adik kandungku, tetapi ibu dan ayahku sengaja mengikutkan adik Roni dirumah Nenek dan Kakek sejak playgroup, sebab dulu kami sempat punya masalah keluarga dan itupun waktu aku masih nol besar.
“adik, nih ada es cream buat kamu” sambil kuberikan es cream pada adikku
“es cream, wahh makasih ya ka” mengambil es cream sambil senyum padaku
“kita main yuk” ajakku pada adik Roni
“oke ka” sambil mengedipkan mata sebelah padaku
Aku bahagia akhirnya setelah 1 tahun aku tak bertemu adikku, kini aku dapat melihatnya lagi, dia makin gendut, ganteng dan pastinya sudah mulai agak dewasa, aku senang sekali, kakek dan nenekku merawatnya dengan baik, ibu dan ayahku juga tak salah menitipkannya pada nenek dan kakek. Aku bermain seharian hingga pukul 9 malam.
“adik ngantuk kan?”
“hoamm... iya ka,”
“ya sudah tidur dulu ya, besok kita lanjutin lagi”
“hoamm.. iya kakak, kakak juga ya”
“oke deh”
Akupun tertidur bersama adikku, rasanya aku tak akan melupakan kenangan ini, karena kami hanya bertemu 1 tahun sekali.
Kukuruyuk..... suara ayam berkokok membangunkan kita berdua (aku dan adik Roni) ku berjalan menuju kamar mandi dan membasuh mukaku dengan perlahan-lahan, kuresapi segarnya air desa yang belum sama sekali tercemar oleh pabrik maupun sampah-sampah kota.
“adikk,, ayo ikut kakak tidak?”
“kemana ka”
“jalan pagi sayang”
“wow,, jalan pagi, kakak aku ikut, pasti seru joging bareng kakak”
“yukk”
Setengah jalan sudah kami lalui, kini tiba aku dan adikku untuk istirahat sebentar.
“ka itu ada es cream” sambil menunjuk pedagang es cream itu
“oh itu, ayo” sambil menarik tangan adikku
Aku sedikit mengobrol dengan penjual ice cream itu ketika aku sudah memberikan ice cream pada adikku. Sesaat kemudian brakkk...... suara keras itu mengagetkan seluruh orang yang ada disekitar.
“adikkkkkkk” aku teriak sambil terheran melihat adikku
Aku berlari dengan cepat menuju adikku yang sedang tergeletak ditengah jalan, didepan mobil dengan berlumuran banyak darah. Aku khawatir akan keadaannya, aku menangis sangat keras saat itu, kita sama-sama masih kecil bagaimanan ini? Aku sangat bingung.
“pak tolong bawa adik saya pak kerumah sakit, kumohon pak”
“ehh.. ii..iya dik”
“makasih ya pak, bawa kerumah sakit RS.Sehat Jaya ya pak, nanti saya sama sekeluarga kesana”
“iya dik, baik”
Aku pun segera bergegas pulang untuk memberitahukan kabar ini ke kakek, nenek, dan ibuku. Sesampai dirumah
“kakek nenek mama semuanya” aku berteriak sambil menangis sangat kencang
“ada apa Suci? Mana adikmu tadi bersamamu kan?, lalu kenapah bajumu banyak darah? Dan kenapah kamu menangis?” tanya ibuku padaku
“buuuuu... huhuhuhuhu” jawabku pada ibu singkat
“sayang sini minum dulu, terus nafas panjang dan lepaskan” nenek menasehatiku
“huuu,, makasih nek. Bu, kek, nek semuanya adikk,, adikk.. adikk tertabrak mobil!!!!!!!!!!!!!!” aku menahan rasa tangisku untuk mngungkapkan kejadian sebenarnya”
“apaaa!?” serentak semua menjawab
“ya Allah, kenapah engkau menimpa kejadian ini pada keluarga kami ya Allah” kata ibu mengeluh
“ya Allah,, ya sudahh sekarang kita cepat-cepat ke Rumah Sakit, Suci dimana adikmu dirawat?” kakekku menanyakan
“di RS.Sehat Jaya kek”
“cepat masuk kedalam mobil ibu, nek kek ayo kita masuk mobil saya”
“iya nak”
“bu aku ganti baju dulu”
“cepat ya suci”
“baik bu”
Setelah aku sudah berganti baju, akupun segera masuk dalam mobil ibuku
“bu maaf sedikit lama, tadi aku sekalian mandi”
“ya sudah tidak apa-apa”
Setelah aku meminta maaf pada ibuku karena aku sudah mengulur-ulurkan waktu, ibuku segera menancap gas mobil dengan cepat. 15 Menit perjalanan akhirnya aku dan semuanya sudah sampai diRS.Sehat Jaya.
“sus nama pasien Roni Wijaya Sukma”
“kamar no.203 bu”
“oh. Makasih ya sus”
“iya bu”
Setelah ku tau kamar dimana adikku dirawat, aku dan seluruhnya segera keruang 203 tempat dimana adikku dirawat disana, sudah 5 menit kuberjalan keruang adikku, Dan.
“dok. Dokter yang merawat anak saya”
“maaf ibu siapa anak itu ya?”
“saya ibu dari anak yang dokter rawat”
“oh mari ikut keruang saya”
“baik dok”
Aku tak tahu, mengapa hanya ibuku saja yang diajak Dr yang merawat adikku! Ada apa? Apa yang terjadi dengan adikku.
@Ruang Dokter
“dok kenapah dokter harus memanggil saya keruang anda”
“begini bu, sebenarnya saya berat mengatakan ini, tetapi ini harus diketahui oleh ibu, bahwa.................................... anak ibu Roni Wijaya Sukma telah mengakhiri hidupnya sekarang” kata dokter
“apa dokk?????? Nggak mungkin anak saya pasti bisa diselamatkan kan dok!!”
“maaf bu kami sudah berusaha semaksimal mungkin tetapi tetap saja tidak bisa, anak anda terlalu banyak mengalami luka dalam”
“nggak dokk, pasti bisa kan!!”
“maaf bu terima saja kenyataan ini”
“ya Allah anakku,,”
Aku menunggu ibuku hinggan 20 menit ibu kembali
“bu bagaimana keadaan adik? Adik tidak apa-apa kan? Lalu mengapa ibu menangis?” aku bertanya
“adikmuu.. adikkmu”
“kenapah dengan adikku bu??”
“dia mee..nninggalll”
“apaa meninggall?????????????????????????”
Aku hanya bisa menangis sekencang-kencangnya, ibu, kakek, nenek juga bisa menangis karna mereka kehilangan anak/cucu kesayangannya. Selamat jalan adikku semoga disurga sana engkau lebih bahagia.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar