Jumat, 25 November 2011

Buterfly Dress


Pada hari senin, sekolahku selalu mengadakan Apel pagi atau yang disebut upacara, tentu kalian sangat mengenal sebutan ini
“Fina” kata mama memanggilku
“ada apa mama?,” kataku sambil menata dasi yang ingin kupakai
“kamu ya, dibilangin cepat-cepat dan cepat, masih saja lelet, lama-lama mama tinggal kapok kamu ya” kata mama sambil menjewerku
“aa..aduh ma, maaf, aku sebentar lagi sudah siap kok, tinggal membenahkan dasi ini” kataku sambil menahan sakit
“sudah tidak usah banyak alasan, cepat masuk kemobil” kata mama yang hendak meninggalkanku dalam kamar
“baik ma” kataku memelas
Mamaku memang super duper cerewet dan jahat, tapi meskipun begitu, aku tetap sayang mama, kata teman-teman sih mama dikatain Angmom yang artinya Mama Galak, tetapi dia mamaku, meskipun segalak harimau tetap dia mamaku. 10 menit perjalanan dari rumahku kesekolah, akhirnya aku sampai, segeralah aku turun dari mobil agar aku tidak telat lagi senin ini. Sesampainya dikelas aku melihat hanya 2 orang yang ada, yaitu sahabatku Aisya Oliv dan Okta Pramita
Yang sedang tak karuan, Oliv yang memakai baju biru dengan kerudung biru lautnya, asyik bernyanyi sambil menari, dan Mita yang memakai kerudung pink, sedang akting membaca buku
“haloooo....” kataku mengagetkan mereka
“Eh,, Fira? Tumben pagi pagi begini sudah datang? Biasanya telat-lat” kata Oliv yang kaget melihatku
“stt.. terlalu frontal deh” kata Mita sambil bergaya seperti anak jakarta
“hehehe.. my mom lagi angry, jadi aku berangkat pagi-pagi” kataku tidak karuan
“oh begetoh” kata Oliv&Mita bebarengan
“tumben kalian tak memanggilku Mislet?” kataku heran
MISLET adalah nama panggilanku disekolah, mislet kependekan dari MISs LeleT, maklum aku memang anak yang suka mengaret waktu, maka dari situ, aku dijuluki MISLET J.
“hmm.. kenapa ya? Kasih tau nggak ya” kata Oliv memakai ciri khas lebainya
“mulai deh lebaynya” kata Mita sambil melirik Oliv
“hahahahaha” semua tertawa hingga menghilangkan rasa sepi sunyi didalam kelas
Pukul 07.45 bel sekolah berbunyi, artinya kita harus berkumpul dilapangan sekolah, untuk mengadakan upacara hari senin. Upacara berjalan lancar, sekitar 15 menit kami berdiri dilapangan untuk upacara, setelah dibubarkan, aku, Oliv dan Mita segera kekelas lebih dahulu, karna aku lelet, aku selalu ditinggal oleh mereka, maka aku selalu bersama Yunia Ilasari atau Yuni. Akhirnya aku sampai dikelas sekitar pukul 08.38, setelah aku datang, semua pasti menyambutku dengan “MISLET DATANG”, yah aku menerima dipanggil seperti itu.
“Misbay, aku mau dong coklat itu” kataku pada Oliv yang sedang memakan coklat
MISBAY adalah nama panggilan dari Oliv sahabatku, dia terkenal terLEBAY se-kelas maka dari itu dia dijuluki MISS LEBAY
“hah? Coklat ini spesial taokk! Nggak boleh” kata Oliv sambil menunjukkan aksi lebaynya
“kebiasaan dari kecil, udah lebay, pelit lagi sama aku” kataku sambil berlaga ngambek
“hahahaha.. ehh semua MISLET bisa ngambek lho” kata Mita menertawakanku
Yang tadinya aku ingin ngambek, akhirnya aku tertawa juga. Akhirnya kami semua bercanda dan sedikit bercerita tentang kejadian yang kita alami, pukul 09.00 sudah terdengar bel masuk tanda mata pelajaran dimulai, tak lama Bu Umi masuk kekelas kami, akhirnya kami semua memulai pelajaran KIMIA, ini adalah pelajaran favoritku, karna cita-citaku nanti, ingin menjadi Profesor, hehehe. (Bla.bla.bla) pelajaran berakhir dan bel berbunyi tanda waktu istirahat sudah mulai, serentak semua bilang “yeyyy” itulah penyakit pelajar, kalau terdengar bunyi bel istirahat, pasti sangat senang gembira! Benarkan J?.
“Misbay, Misting ayo kita istirahat” kataku sambil menarik tangan mereka
“sebentarlah Mislet, uang aku nggak ada nih” kata Misbay sambil ketakutan
“hah? Berapa sih?” kataku sambil menunjukkan uang Misbay
Memang aku sengaja mengambil uangnya yang tadinya diatas meja, hihihi, selain lelet aku juga suka jail.
“uhh,, selalu saja, aku yang jadi korban jailmu” kata Misbay sedikit kesal
“hehehe,, kalau kamu aku jaili, lucu sihh,, muka kamukan unyuuu” kataku merayunya
“MISBAY GITU LHO” kata Misbay
Lagi-lagi Misbay mengeluarkan ciri khas omongan lebaynya itu, aku dan Misting hanya tertawa melihatnya. Seperti biasa, kami dikantin selalu memesan OtiRoti, biskuit yang berasal dari coklat asli, dengan dicampur sedikit potongan brownies, dan kacang mede, yupss itu lezat sekali J, tak lupa, kami juga selalu memesan Esti, ini adalah minuman favorit kami, isinya sederhana, Silver Queen yang diblender hingga cair, lalu ditambahkan potongan kue tiramisu, dan sedikit keju craf yang diserut.
“bu lio seperti biasa, kami memesan OtiRoti dan minuman Esti J” kataku pada ibu kantin yang bernama bu Lio
“baik Trio” kata bu lio sambil menggoda kami
Hanya butuh 5 menit menunggu antaran pesanan kami. Pukul 12.00 bel tanda istirahat sudah selesai, perut kami pun terasa kenyang, segera kami bertiga masuk kekelas untuk melanjutkan pelajaran kedua. Lagi-lagi bunyi bel terdengar lagi, kali ini bel menandakan tepat pukul 13.00 tanda pelajaran sudah berakhir dan murid dianjurkan untuk pulang kerumah masing-masing, memang setiap hari senin-kamis kami pulang pukul 13.00, sedangkan pada hari jum’at dan sabtu kami pulang pukul 10.00 yah memang sebentar, soalnya pelajaran setiap hari hanya 2 mata pelajaran saja J.
“Mislet, aku sama Misting pulang dulu ya” kata Misbay padaku
“lho.lho..lho, tumben kalian pulang berdua?” kataku
“kan hari senin kami selalu pulang bareng” kata Misting mengingatkan
“oh..iya ya” kataku yang berlaga pelupa
“ya sudahlah, memang kau pelupa, kami pulang dulu ya” kata Misting sambil melambaikan tangan
“hahaha.. oke, bye” sambil kembali tangan kulambaikan
“kebiasaan deh, mama suka telat jemput aku” kataku sedikit kesal
‘tinnnnn’ suara klakson mobil mama, sungguh mengagetkanku
“astagfirulloh haladzim mama, keras banget klaksonnya, kan aku kaget” kataku sedikit membentak
“masukkk aja ahh.. cerewet amat kayak nenek-nenek” kata mama
Akhirnya aku masuk kedalam mobil untuk pulang kerumah, oh iya, kalian belum tau ya papa aku gimana! Papa : baik, ganteng, sabar, perhatian, non-busy, sayang papa cerai dengan mama, mama yang menceraikan papa, waktu itu aku masih pada kelas 2 SD, berumur 6-7 tahun, aku baru tau dari mama sendiri, menceritakan semuanya padaku.
“Firaaa” kata mama memanggilku ketika aku sedang melepas kaos kakikku
Akupun segera berlari, agar tidak terkena marah lagi dari mama
“ikut mama ke toko Aisha (toko baju/butik) sebentar, cepat lepas dasi dan sabuk, jangan lupa taruh dulu tas kamu” kata mama sambil melepas vantovelnya
“baik ma” kataku singkat
Selesailah aku melepas dasi, sabuk dan tasku, aku segera masuk kemobil lagi, butuh waktu 25 menit untuk sampai ke butik Aisha, yah aktivitasku dimobil hanya membaca novel dan mendengar musik. Sesampainya di butik Aisha kami berdua cepat masuk kedalam butik, langsunglah mama menyerbu beberapa pakaian yang cantik nan indah tidak peduli berapa harganya, sedangkan aku, hanya keliling-keliling melihat pakaian seumuranku hanya untuk melihat saja, tiba-tiba aku melihat ada pakaian yang indah dan sangat cantik, dan tentu harganya sangat mahal, yaitu “BUTERFLY DRESS” aku melihatnya terus menerus, kulihat kualitasnya, ukurannya, dan semuanya, semuanya sempurna, tapi aku tak berani bilang pada mamaku, jika iya, pasti dia marah besar, dan tak akan mengajakku kesini lagi, dan yang paling mustahil, dia takkan membelikan ini padaku, aku hanya bisa murung dan terus melihat baju ini disini L, tiba-tiba mama memanggilku
“Firaaaa” kata mama teriak
Tetapi aku tak menjawabnya, aku sibuk dengan barang yang aku sukai, tentu saja DRESS ini, aku berharap mama mau membelikanku pakaian ini L. Tak lama, mama tiba-tiba mendatangiku
“Firaaa,, kamu budek ya! Mana kuping kamu, dipanggil beribu-ribu kali, nggak denger juga! Ngapain kamu kesini” kata mama sambil menjewerku
“aduhh ma,, sakit, maaf ma, mmm,, a.a.aku i..ing.in dr.e.ess ii..nn.i” kataku gugup
“apa?? Kamu ya, ini itu harganya 200.000, kalau mama beliin kamu, mama nggak bisa makan, terus kamu juga, mau kamu Cuma makan roti dan selai?” kata mama membentak
“tapi ma, mama lebih membeli pakaian mahal dari pada harga dress ini, dress mama kan HARUS LEBIH DARI 500.000, masak aku minta dress yang harganya Cuma 200.000 lebih aja tak dibolehkan” kataku membela
“oh.. kamu sekarang berani ya sama mama, kalau gitu, kamu nggak akan mama ajak lagi kesini” kata mama lebih memarahiku
Akhirnya mama menggeretku kemobil, tak peduli aku menangis karena kesakitan dicengkram, tak peduli juga aku malu karna menangis. Sesampainya dirumah, aku langsung pergi kekamar untuk menenangkan hatiku, aku menangis hingga mataku pedih, perih, lelah, dan akhirnya aku tertidur. Pukul 18.00 aku terbangun, aku melihat ke jam dinding sempat teringat “besok adalah hari ulang tahunku, apakah mama akan memberiku hadiah? Atau sebuah kado yang berisi KEMARAHAN? Atau aku akan diberi kado oleh PAPA/SAHABATKU?” masa bodoh, meskipun besok hari ultahku, pasti tidak akan ada yang mengurusiku, mending sekarang, aku belajar untuk persiapan praktek besok. Esok harinya pukul 05.00 aku sudah bangun untuk mempelajari lagi pelajaran yang akan kumulai nanti, tak ada yang menemaniku dikamar kecuali buku dan barang-barang yang ada dikamarku, tak ada mama hari ini, karena mama semenjak tadi malam sudah berangkat, karena memang jadwal mama begitu. Pukul 06.00 aku segera mandi dan mempersiapkan diri untuk bersekolah, setelah selesai, segeralah aku berangkat kesekolah memakai sepeda Fixieku. Sesampainya disekolah seperti biasa, aku disambut oleh teman-temanku, termasuk sahabatku
“HOII.. MISLET datangg” kata Fadli temanku
“pagi mislet” kata Misbay dan Misting
“pagi sahabatku J” kataku sambil tersenyum
Saat aku menaruh tas yang kubawa, lagi-lagi aku berfikir “apakah mereka ingat akan ulang tahunku, tetapi kalau mereka ingat, pasti mereka membenciku hari ini, dan memberikan surprise hari ini, ahhh tidak taulah” tiba-tiba Putri teman akrabku datang padaku
“selamat ulang tahun teman” katanya sambil menjulurkan tangannya
“terima kasih putri J” kataku tersenyum, sambil kembali kuterima salam darinya
Hanya putri yang selalu memberikan selamat ultah kepadaku, jika yang lain tidak, hmmm,, apa mereka tak ingat akan ultahku ya?
‘teeettt’ tanda bunyi pelajaran akan segera dimulai, semuanya duduk rapi dalam bangkunya masing-masing, termasuk aku, tiba-tiba guru Biologi datang membawa bahan-bahan praktek.
“Misbay, Misting, benerkan yang aku pikirkan, pasti materi ini yang akan dipelajari sekarang, kalian sudah belajar belum” kataku pada mereka
“iya Mislet, dari mana kamu tau” kata Misting
“ADADEH” kataku
“huuu,, sombong :p” kata Misbay sambil meggodaku
“hahahaha” kataku tertawa
(bla...bla...bla) ‘tettt’ akhirnya suara bel istirahat dibunyikan, kini aku, Misbay dan Misting istirahat paling dahulu, karna kami sudah selesai melaksanakan nilai praktek dengan Maximal, hehehe. Sesampainya dikantin, kali ini kami bertiga tak memesan seperti hari biasa, setiap hari ulang tahunku, memang seperti ini, hanya memesan kue brownies dan susu coklat, akupun tak tau mengapa begini, alasan mereka, selalu saja tak punya uang, padahal mereka sangat kaya dibandingkan denganku, 10 menit berlalu akhirnya bel tanda pelajaran kedua akan dimulai, serentak aku dan semuanya masuk dalam kelas, dipelajaran kedua ini waktu pelajaran Matematika, yah, bagi kalian pelajaran ini membosankan, tapi bagiku, pelajaran ini menyenangkan J. Akhirnya tepat pada pukul 13.00 pelajaran berakhir dan semua siswa diharapkan pulang kerumah masing-masing, kecuali yang sedang piket hari ini, yah hari ini adalah hari aku untuk piket, setiap aku piket, selalu ditemani oleh Misbay dan Misting J, itu ciri khas kami, hehehe. Akhirnya pada pukul 13.05 kami semua sudah selesai untuk kegiatan piket.
“Mislet, aku bareng kamu ya” kata Umar temanku
“cieee,, ehem..ehem” kata Misbay dan Misting bebarengan
“heii,, apaan sihh, kan Cuma temen” kataku
“iya—iya” kata Misbay
“gimana Fir,, mau tidak?” kata Umar menanyakan lagi
“okelah” kataku singkat
Akhirnya aku pulang dengan Umar saat itu, tetapi aneh, Umar sepertinya melihatku terus, tapi aku cuek saja, tiba-tiba aku heran dan bilang
“Umar, kenapa sih kamu lihat aku terus” kataku sedikit membentak
“oh, enggak, jangan gr dong ya” kata Umar
Akhirnya aku melanjutkan perjalanan menuju rumah, sesampainya dipintu gerbang gang rumahku
“SELAMAT ULANG TAHUN MISS LELET”
Tiba-tiba segerombolan sahabatku, dengan teman-teman akrabku menaburiku tepung terigu, dengan air.
“ASTAGA, oh jadi ini usaha kalian” kataku sambil tertawa
“hahahha... mukamu kayak genderuwo” kata Umarr menggodaku
“dasar, awas ya kalian semua” kataku mengancam
“POKOKNYA SELAMAT ULANG TAHUN DEH” kata Misbay sambil mengusap-usap tepung kemukaku
“DAN WISH U ALL THE BEST” kata Misting sambil menyiramku air
Serentak aku mengejar mereka semua untuk balas dendam, jujur aku SENANG SEKALI, akhirnya mereka ingat akan hari ultahku, tak peduli nantinya aku dimarahi mama karna bajuku seperti ini, tapi cukup dengan kegembiraanku sekarang, sudah menghibur hatiku yang tadinya sedang hujan, terima kasih teman-teman, aku tak menyangka apa jadinya jika aku tanpa kalian J.
“Mislet, aku punya kado lho buat kamu” kata Putri kepadaku
“hah? Nggak usah repot-repot Putri, cukup dengan kejutan ini aja aku udah seneng banget” kataku pada Putri
“sudah terima aja, buka ya” kata Putri memaksa
Akhirnya dengan terpaksa aku menerima kadonya, dan segera membukanya, WOW.... ternyata isinya pakaian Buterfly Dress, tentu aku sangat gembira mendapatkannya, tak terpikir lagi, aku segera memeluk Putri hingga bajunya ikut terkena tepung dan basah, aku bersyukur banget mempunyai sahabat dan teman seperti mereka, tak sia-sia aku menjadi teman/sahabatnya J. TERIMAH KASIH SAHABAT, KENANGAN INI TAKKAN PERNAH AKU LUPAKAN

-    TAMAT -

Tidak ada komentar:

Posting Komentar